Upgrading Sekolah Qur’an

بسم الله الر حمن الر حيم
السلام عليكم ورحمت الله وبركاته

Surakarta – Ahad (09/04), salah satu progam kerja Pendidikan UKM Ilmu Al Qur’an telah terlaksana. Progam kerja tersebut adalah Upgrading Peserta Sekolah Qur’an. Acara diselanggarakan di ruang Seminar Nurul Huda Islamic centre (NHIC) dan dibuka pada pukul 08.30 WIB. Acara diawali dengan pembukaan, kemudian dilanjutkan dengan tasmi’ dan sambutan-sambutan.

Agenda Upgrading Sekolah Qur’an di tahun 2017 ini dihadiri oleh dua pembicara, Ustadz Dicky Miswardi yang merupakan lulusan dari Universitas islam Madinah Fakultas Al Qur’an Tahun 2016 dan Akh Muhammad Faris Ats Tsabit mahasiswa FK UNS 2015, Hafidz UNS. Acara yang insya Allah menambah semangat dalam belajar dan menghafal Al Qur’an ini mengangkat tema Berkah Hidup, Berkat Al Qur’an.

Suasana Upgrading Sekolah Qur’an 2017

Dalam materinya beliau, ustadz Dicky Miswardi menyampaikan, “ Jika ingin melihat karkter seseorang maka lihatlah keekatannya dengan Al Qur’an, karena dengan Al Qur’an karakter seseorang akan terbentuk dengan baik. Sebagaimana yang kita tahu perwujudan dari Al Qur’an adalah Rasulullah SAW. Akhlak rasululah adalah akhlak Al Qur’an”

Al Qur’an, amalan membacanya adalah semakin banyak kita membaca maka akan setinggi itu pula derajat kita. Membaca al qur’an itu fleksibel melakukannya, dapat dilakukan kapanpun dan dimanapun. Misal, ketika kita mengendarai motor kita bisa menyambinya dengan melafalkan kalamullah. Sedangkan shalat kita tidak bisa melakukannya sembari mengendarai motor.

Jangan malas membaca Al Qur’an, karena membacanya tidak terdapat kerugian sedikitpun. Justru dengan membacanya terdapat kebaikan yang akan kita peroleh. lebih dari itu, ia juga akan menemani kelak dihari berbangkit untuk memberi syafaat.

Seseorang yang dekat dengan presiden maka otomatis derajatnya akan naik. Itu baru peermisalan dengan presiden yang notabenya manusia, bagaimana dengan Tuhan Semesta Alam? Pastinya derajat kita akan naik bahkan tidak hanya dikalangan manusia.

Selanjutnya, akh Muhammad Faris memaparkan, “Sibuknya kita merana atau bahagia?”. Lebih lanjut dijelaskan bahwa sibuknya kita adalah sibuk mencapi akhirat. Dengan kita sibuk menggapai akhirat maka menghafal Al qur’an tidak akan rumi. Orientasi pada akhirat akan menuntun kita untuk orientasi kedepan, berfikir lebih maju dan akan membantu kita mengerjakan perbuatan yang ahsan.

Carilah akhirat tapi jangan lupakan dunia. Miliki orientasi yang jelas dan spesifik.

INTERAKSI dengan AL QUR’AN

MENGHAFAL AL QUR’AN ADALAH PILIHAN, PILIHAN DARI MASA LALU, SEKARANG, MAUPUN YANG AKAN DATANG” (AR/IQ UNS)