Upgrading Peserta Sekolah Quran UNS

Ahad, 24 April 2016 tepat pukul 08.20 WIB acara Upgrading Peserta Sekolah Quran dimulai. Salah satu program kerja Bidang Pendidikan UKM Ilmu Al-Qur’an ini dilaksanakan di Masjid Fakultas MIPA UNS. Acara dibuka dengan basmalah yang dipandu oleh pembawa acara, Hasyim Asy’ari (FIB 14). Selanjutnya tasmi’ oleh Abdullah Faqih (FK 15). Kemudian sambutan pertama oleh Kabid Pendidikan, Brian Fikri H (FP 14) selaku ketua bidang pendidikan. Sedangkan sambutan kedua oleh Ketua Umum UKM Ilmu Al-Qur’an, Dzaki Aminuddin (MIPA 13). Dalam kesempatan itu beliau menyampaikan bahwa tiada ilmu tanpa murojaah. Sebagai penyemangat untuk peserta Sekolah Quran agar istiqomah untuk membentuk akhlak Quran dengan keseimbangan belajar Al-Qur’an dan ilmiah.

Diawali dengan kalimat “Allah lah yang meninggikan langit tanpa tiang dan menurunkan Al-Qur’an sebagai pedoman” oleh Husnul Jaza’ (FK 14) sebagai moderator, acara Talkshow Hufadz pun dimulai. Pembicara talkshow kali ini adalah Muhammad Salsabil Lasarik (FK 13) penghafal Al-Qur’an non-pondok dan Misbahul Arifin (FKIP 15) penghafal Al-Qur’an yang tunanetra.

Sabil biasanya ia dipanggil, mulai menghafal Al-Qur’an sejak kelas 2 SMA (Negeri). Pada awalnya ingin masuk pesantren namun tidak jadi. Lalu sering mengikuti pengajian, namun semakin lama semakin merasa kurang ilmunya. Mempunyai sahabat yang sama-sama bercita-cita menjadi penghafal quran (hafizh) dan merealisasikan dengan saling setor. Motivasinya karena hadits yang membahas tentang keutamaan memanfaatkan masa muda dan 7 golongan yang akan dinaungi pada hari kiamat kelak. Yaitu pemuda yang tumbuh dalam ketaatan kepada Allah. Untuk itu, ia ingin memanfaatkan masa muda sebaik-baiknya. Harus punya waktu khusus untuk ziyadah (menambah ibadah ataupun hafalan qurannya). Tips dari beliau, yaitu setelah subuh baca Al-Qur’an dan dzikir pagi. Targetkan waktunya. Murojaah 2 halaman sebelumnya dan ditarget ayatnya juga. Manfaat hafal Al Quran jadi lebih semangat dengan ikut pengajian atau taklim. Belajar Bahasa Arab sangat penting agar semakin mudah menghafal dan mentadabburi Al-Qur’an. Beliau menasehati kita semua, bahwa Al-Qur’an sebagai hujjah untuk kita yaitu dapat memberi pertolongan atau syafaat atau malah sebagai hujjah kepada kita yang nantinya akan ditanyakan pertanggungjawabannya.

Motivasi Misbah dalam menghafal adalah perkataan kedua orang tua. Bapak yang juga tunanetra telah hafal 30 juz. Beliau menginginkan Orangtuanya ia bawa ke surga. Ia pernah melakukan eksperimen barakah. Yaitu berdoa agar dapat menghafal satu juz dalam satu bulan dan akhirnya dikabulkan oleh Allah yaitu hafal juz ke-8. Waktu kosong digunakan untuk murojaah. Setelah maghrib hafalan. Sedangkan ba’da subuh mengulang hafalan. Jadi lebih santai. Kalau ada apa-apa, bukan salah siapa-siapa. Hal itu merupakan hadiah al-Qur’an. Terkadang sambil murojaah ia memikirkan masalah. Sehingga ia sangat takut dengan kematian dan menjadikan waspada setiap saat. Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar al-Qur’an dan mengajarkannya. Dan keutamaan orang yang hafal Al-Quran akan bersama malaikat yang muliah.

Pada sesi tanya jawab, dalam menghafalkan Al-Qur’an, Sabil menggunakan metode setiap satu halaman dibagi 3. Sangat penting tahu Bahasa Arab. Untuk mengingat apa yang dihafalkan dan untuk membedakan kalimat. Sedangkan Misbah mendengarkan mp3. Kesukaannya adalah Syekh Mishari Rasyid. Cari waktu yang benar-benar kosong untuk digunakan menghafal. Harus ada keinginan. Biasanya jam 3 habis tahajud menghafal dan mengulang-ulang hafalan jika mampu. Lalu tutup kitab dan mendengarkan mp3. Sampai hafal dari semuanya. Keyakinan itu penting. Pasti bisa. Belajar ilmu nahwu shorof. Al-Qur’an sebagai syifaul mukminin yang menyembuhkan segala macam penyakit.

Peran orang tua juga sangat mempengaruhi keduanya Menghafal Al-Qur’an harus sabar. Hasil Allah yang menentukan. Bisa mengusahakan caranya dari pembiasaan. Terkadang harus ada pemaksaan. Jangan putus asa. Tujuan utama al-Qur’an adalah untuk tadabbur. Buah dari ilmu adalah amal. Perlu murojaah dan harus dapat membedakan makharijul huruf. Tips agar hafalan tidak lupa yaitu diulang terus.

Sebagai closing statement, moderator mengungkapkan bahwa Al-Qur’an memudahkan. Sebagai syamil yaitu menyeluruh dan mutakamil yang berarti melengkapi. Background apapun kita tidak mempengaruhi. Selama punya tekat dan tujuan untuk menghafal Al-Quran pasti akan dimudahkan.

Untuk acara penutupan yaitu sharing bersama bidang yang dipandu oleh Kabid Pendidikan. Yang menyampaikan bahwa apabila hadir di halaqoh nilainya sangat tinggi dari Allah. Pada pertemuan ke 6 kemarin diadakan kuis untuk mengetahui perkembangan kemampuan peserta Sekolah Quran. Peserta dihimbau untuk murojaah ilmu. Belajar untuk lillah. Mengembalikan umat islam pada kejayaan yaitu dengan al-Qur’an dan jadilah santri yang aktif menimba ilmu dari pengajar. Hadir di majelis ilmu, tidak hanya sekedar duduk tapi mangambil ilmu yang disampaikan dengan cara mencatat.

Acara selesai sebelum adzan dzuhur berkumandang. Dan diakhiri dengan bacaan hamdalah bersama. Semoga dengan acara upgrading Sekolah Quran ini dapat meningkatakan semangat belajar peserta Sekolah Quran. Selain itu juga diharapkan peserta dapat istiqomah memurojaah ilmu yang telah didapat dan rajin datang halaqoh. (nafi/haa/iquns)