Seminar Al – Qur’an! Semarak Gema Ramadhan Inspiratif

“Ramadhan penuh berkah” merupakan satu kalimat yang seringkali digunakan dalam menyambut bulan diturunkannya kitab suci Al – Qur’an ini. Tentu saja, keberkahan tersebut tidak dapat diraih secara instan semudah membalik telapak tangan. Diperlukan niat dan usaha yang harus dimulai dari diri masing – masing untuk dapat menciptakan sebuah ramadhan yang penuh berkah.

Dalam hal ini, UKM Ilmu Qur’an UNS untuk pertama kalinya menjadi pelopor dalam menghadirkan serangkaian acara yang mendukung terciptanya keberkahan Ramadhan, yaitu Seminar Al – Qur’an (23/06/2015) dilanjutkan dengan semaan dan khataman Al – Qur’an (3-4/07/2015).

Acara Seminar Al – Qur’an yang berlangsung hari ini (23/06/2015) dibuka langsung oleh Rektor UNS, setelah sebelumnya Rendra Mochtar habibie selaku Ketua Umum UKM Ilmu Al – Qur’an menjelaskan rangkaian dan tujuan umum acara yang akan berlangsung hingga buka puasa bersama nantinya. Dalam membuka acara ini, Prof. Dr. H. Ravik Karsidi, M. S. mengulas kesepakatannya dalam tekad yang diutarakan oleh Ketua UKM Ilmu Al – Qur’an untuk menciptakan Indonesia Qur’ani berawal dari UNS Qur’ani yang akan digagas secara lebih serius mulai tahun ini.

Memasuki agenda inti, yakni seminar Al – Qur’an sesi I oleh Ust. Bhayu Subrata. Pelopor One Day One Juz (ODOJ) ini membawakan materi bertemakan Being Walking Qur’an yang dalam bahasa Indonesia berarti ‘Menjadi Al – Qur’an Berjalan.’ Seminar ini dimulai dengan perkenalan tentang ODOJ yang telah melakukan berbagai kegiatan menarik, mulai dari Ngapal (Ngaji di atas kapal), Ngaret (Ngaji di atas kereta) hingga khataman di puncak Mahameru. Selain mengaji, ODOJ juga melakukan kegiatan bakti sosial, seperti mengirim donasi untuk Rohingya dan Palestina, sesuai dengan tujuan ODOJ sendiri tidak hanya memperbanyak tilawah tapi juga mempererat ukhuwah. Saat ini  anggota ODOJ berjumlah lebih dari 10.000 anggota yang tersebar hingga ke Mancanegara.

Dalam materinya, ustadz kelahiran Banjarnegara ini menerangkan tentang Bulan Ramadhan sebagai bulan diturunkannya kitab suci umat Islam, maka ia menjelaskan 3 program Ramadhan yang  layak dilakukan oleh setiap muslim berhubungan dengan Al – Qur’an, yaitu yang pertama adalah Tilawah Al – Qur’an One Day One Juz, yaitu membaca Al – Qur’an minimal satu juz setiap harinya. Program kedua yakni Muroja’ah, atau mengulang hafalan dan program terakhir adalah menambah hafalan.

Untuk memenuhi ketiga program ini tentu tidak dapat dilakukan secara instan. Maka, Bapak dari dua anak ini memiliki jurus jitu dalam melakukan program di atas. Kunci sukses itu dimulai dengan tekad, kemauan dan niat dari diri sendiri. Selanjutnya, tekad tersebut dapat muncul akibat pengetahuan. Maka membaca Al – Qur’an tidak sekedar membaca, tapi juga dengan berusaha mengetahui dan memahami maknanya. Karena sejatinya, semua sumber ilmu pengetahuan berasal dari Al – Quran, bahkan orang – orang non muslim mengakui hal tersebut.

Nah, jurus yang terakhir adalah alokasi waktu. Setelah memiliki tekad dan pengetahuan yang cukup, maka urusan waktu yang harus diatur sebaik mungkin. Alokasi waktu untuk membaca Al – Qur’an di sela – sela kesibukan sehari – hari merupakan hal yang sangat penting, demi mewujudkan Ramadhan penuh berkah.

Setelah Shalat Ashar, seminar dilanjutkan dengan pembicara yang berbeda, beliau adalah pengasuh rumah tahfidz Badrussalam, Ust. Riyadh Rosyadi. Dalam materinya, Ayah dari 7 anak penghafal Al –Qur’an ini lebih menekankan pada fungsi Al – Qur’an sebagai Syifaa’ (penyembuh). Anjuran menggunakan ayat – ayat Al – Qur’an sebagai penyembuh sudah dimulai sejak zaman Rasulullah. Kunci penyembuhan atau terapi menggunakan Al – Qur’an adalah niat, dengan sugesti atau keyakinan pada diri sendiri bahwa “saya akan sembuh dengan izin Allah setelah membaca surat ini.”

Dalam kisah yang diceritakan oleh terapis Al –Qur’an yang sukses pada usia muda ini, penyembuhan menggunakan ayat suci Al – Qur’an pertama kali dipraktekkan terhadap seorang non muslim. Maka jelas adanya, bahwa fungsi syifaa’ yang dimiliki oleh kitab suci umat Islam tersebut benar adanya, hanya bergantung pada seberapa yakin orang muslim akan hal tersebut

Acara ditutup dengan buka bersama di selasar Masjid Nurul Huda dan akan dilanjutkan dengan semaan serta khataman Al – Qur’an pada 3 – 4 Juli 2015 mendatang.

10616711_1661433067419491_4403578055515060068_n

Pemberian kenang-kenagan kepada Ustadz Bhayu oleh Prof. DR. H. Ravik Karsidi, M. S.

11110547_1661433244086140_8588365887282869887_n

Ustadz Riyadh Rosyadi memberikan materi

IMG-20150623-WA0023

Suasana peserta Seminar Al-Qur’an