Sarasehan Pengurus IQ 2015

UKM Ilmu Al-Qur’an mengadakan Sarasehan Pengurus pada 20 Maret 2015 di Ruang Seminar Nurul Huda Islamic Centre. Acara yang dimulai pukul 16.15 ini dihadiri oleh sekitar 30 pengurus UKM Ilmu Al-Qur’an dari berbagai bidang. Dalam Sarasehan kali ini, Ketua Umum UKM Ilmu Al-Qur’an, Rendra Mochtar Habibie menyampaikan seluk beluk UKM Ilmu Al-Qur’an dari mulai sejarah sampai visi dan misi kepada seluruh pengurus baru 2015. Beliau juga memberi motivasi yang menggugah semangat para pengurus untuk menghafalkan Al-Qur’an.

“Jika ingin menghafalkan Al-Qur’an maka motivasinya jangan hanya menghafal salah satu surat saja, orang yang hanya termotivasi menghafal surat yasin misalnya, maka ia hanya akan hafal surat itu saja. Jadi kalau kita ingin menghafalkan Al-Qur’an maka motivasikan diri untuk menghafal 30 juz,” ujarnya.

Di sesi selanjutnya, ada tausiyah motivasi yang disampaikan oleh Musa Al-Azzam, mahasiswa fakultas kedokteran 2013 yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang Pendidikan IQ 2015. Beliau menyampaikan satu fenomena umat islam zaman sekarang yang krisis akan keimanan pada hari akhir. Padahal, motivasi akhirat adalah motivasi terbesar yang harus dimiliki setiap muslim.

“Coba kita bayangkan di yaumil akhir nanti. Ketika semua manusia dikumpulkan dan matahari didekatkan sejengkal dari kepalanya. Lalu pada hari itu, nama kita dipanggil oleh Allah untuk dipakaikan jubah kemuliaan, bayangkan! Bayangkan saat orang-orang tidak pakai baju, kita malah diberi pakaian kemuliaan oleh Allah! Kemudian orang tua kita diberikan mahkota yang kilaunya melebihi matahari. Lalu kita diberi tempat teduh, dan tidak merasakan kepanasan sebagaimana manusia lainnya. Nah, begitulah gambaran akhirat orang-orang yang menghafal dan menjaga Al-Qur’an,” ujarnya penuh semangat, mengingatkan segenap pengurus IQ perihal pentingnya memiliki motivasi akhirat.

Sarasehan kali ini ditutup menjelang maghrib. Acara ini diharapkan dapat mendekatkan ukhuwah antar pengurus baru dan memantik semangat untuk terus mempelajari dan menghafal Al-Qur’an. Karena Generasi Qur’an adalah Generasi Kejayaan Islam.