Saerasehan IQ dengan UKM tingkat Universitas di UNS

Sabtu, 14 Mei 2016 bertepatan di mushala FMIPA, Humas UKM Ilmu Quran mengadakan saraserah UKM Universitas di UNS ini. Acara bertujuan untuk mempererat hubungan antar UKM se Universitas dan juga SKI yang merupakan lembaga dakwah fakultas.
Sebelum acara dimulai, dilaksanakan halaqoh. Pemateri yang berasal dari pengurus UKM IQ, memberikan pengetahuan mengenai Al Quran. Terutama pada perbaikan dalam pembacaan Al Quran yaitu tahsin.
Acara dibuka oleh pembawa acara oleh A. Hasyim dan tasmi’ oleh A.
Acara dilanjutkan tausyiyah oleh Ustadz Faiz Baraja, Lc. Dalam kesempatan kali ini, ustadz Faiz menyampaikan mengenai fitnah di zaman ini. Beliau menghimbau agar segera beramal sebelum datang fitnah seperti potongan malam yang sangat gelap. Harus senantiasa meminta perlindungan dari Yang Maha Membolak-balikkan hati.
Al Quran yang merupakan mukjizat, dapat mengalahkan apapun. Misalnya pada zaman Al Quran turun, dapat mengalahkan syair yang pada saat itu sastra sedang berada pada puncaknya.
Namun pada masa sekarang, Al Quran hanya menjadi wacana bahwa Al Quran baik. Kebanyakan hanya membaca Al Quran saja tanpa ditadaburi. Bahkan sebaiknya Al Quran dapat dibedah dan dikaji dari segala bidang.
Karena orang terdahulu maju karena Al Quran. Contohnya Ibnu Sina, ahli kedokteran. Jadi, jangan hanya berhenti pada belajar tahsin saja. Namun perlu meneliti sesuai bidang. Misalnya dari sisi pendidikan.
Sedangkan pada zaman sekarang ini kepribadian dan perilaku masyarakat makin jauh dari Al Quran. Bahkan tidak menjadikan Al Quran sebagai rujukan. Nyatanya, banyak yang keliru. Bahwa Al Quran itu hanya sebatas teori saja, bukan hakekatnya dan belum dibuktikan.
Padahal telah dijelaskan dalam Surah Al A’raf : “ceitakan kisah itu agar mereka beriman”.
Banyak kisah yang bisa diteladani di Al Quran. Karena 2/3 isi Al Quran adalah kisah. Sisanya mengenai hukum, baik ibadah, akhlak maupun akidah. Padahal, umat islam akan mundur apabila tidak mengetahui sejarah. Karena rantai sejarah diputus oleh orang kafir. Seperti mengaburkan sejarah dan mengakui penemuan ilmu pengetahuan yang ditemukan oleh umat muslim.
Sangat ironi sekarang banyak orang yang mengaku muslim namun tidak dapat membaca Al Quran. Alangkah lebih baiknya apabila dapat membaca dengan baik, memahami, dan merealisasikan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan kembali pada Al Quran, bukan hanya sekedar kembali membaca Al Quran.
Karena Al Quran merupakan pedoman hidup kita. Banyak hal yang telah disebutkan dalam Al Quran dan dapat dibuktikan. Seperti mengenai peluasan langit pada Al Adzariat. Dan pada Ar Rahman yang menjadikan dua laut yang berbeda pada pembatasan.
Sekali lagi, kembalilah pada Al Quran. Bukan hanya sekedar membacanya, karena membaca dengan baik dan benar merupakan suatu keharusan.
Acara ditutup dengan hamdalah saat adzan maghrib berkumandang. Semoga acara sarasehan dan halaqoh dapat mempererat hubungan antar UKM dan LDF di UNS. Terutama dengan pengurus UKM Ilmu Quran. Selain itu juga untuk mempelajari Al Quran bersama.