PLENO AKHIR KEPENGURUSAN UKM ILMU AL QURAN 2015/2016

Pleno Akhir UKM Ilmu Al Quran periode 2015/2016 dilaksanakan pada hari Sabtu, 29 Oktober 2016. Dimulai pukul 13.00 di Perpustakaan NHIC UNS. Acara dibuka dengan tasmi’ dan sambutan Ketua Umum Ilmu Al Quran, Dzaki Aminuddin A. (FMIPA 13) serta Ketua Panitia Pleno Akhir ini, Ziyad Yusuf K. (FT 15). Tidak hanya anggota aktif Ilmu Al Quran saja, MPO juga menghadiri dan ikut berkontribusi memberi kritik maupun saran untuk UKM Ilmu Al Quran yang lebih baik lagi.
Dalam kesempatan ini, semua Kepala Bidang mempresentasikan keaktifan staf serta perkembangan program kerja, kendala dalam melaksanakannya, dan saran ke depannya. Presentasi pertama oleh Kepala Bidang Pelatihan yaitu Dzaki Ashidqi (FT 14). Acara besar pada bidang ini telah terlaksanan dengan baik, yaitu MTQ (Musabaqah Tilawatil Quran) se-Jawa. Namun, untuk program kerja yang lain seperti pelatihan tilawah masih belum terlalu dikenal dan diketahui pelaksanaannya. Selain itu, masih ada agenda besar yang sedang proses dilaksanakan yaitu Tabligh Akbar dan Serifikasi Hafalan serta pelatihan MTQ yang akan dilaksanakan di Malang.
Dilanjutkan presentasi Bidang Pendidikan oleh Kepala Bidang, Brian Fikri (FP 14). Kondisi staf di bidang ini aktif di dalam proker bidang sendiri maupun yang lain. Program kerja yang menjadi ikon UKM Ilmu Al Quran yaitu Kegiatan Belajar Mengajar di Sekolah Quran dapat terlaksana dengan baik. Terbukti dari peminat yang meningkat. Namun, kendalanya pada pengajar. Dibutuhkan pengajar yang tidak sedikit dan telah menguasai ilmu tahsin dengan baik. Selain itu, Daurah Quran, upgrading Peserta SQ, dan rangkaian Sekolah Quran dapat terlaksana dengan baik pula. Namun agar tidak terkesan bidangisasi, perlunya kontribusi dari semua bidang dalam pelaksanaan program kerja baik di Bidang Pendidikan maupun bidang lainnya.
Presentasi ketiga oleh Bidang Administrasi Keuangan, yaitu Mustafa Y.B.S. (FP 14) selaku Kepala Bidang. Pembuatan seragam dan Sosialisasi Administrasi Keuangan telah terlaksana dengan baik. Meskipun ada beberapa kendala seperti kurangnya peserta dikarenakan kurang gencarnya jarkom, padahal informasi yang disampaikan cukup bermanfaat. Beberapa kendala juga terjadi pada pembayaran kas bulanan. Banyak yang belum membayar karena berbagai hal, seperti lupa. Untuk mengatisipasinya, perlunya prosedur pembayaran kas yang lebih ditata dan pengecekan secara berkala. Pandangan umum yang disampaikan oleh ketua umum diantaranya yaitu rekruitmen untuk pelatihan MTQ difokuskan pada pembinaan. Sekolah yang baik terletak pada pengajar yang baik pula. Untuk itu, dibutuhkan pengajar yang benar-benar menguasai bidangnya.
Setelah shalat ashar, Qudsi S. (FMIPA 14) Kepala Bidang Kaderisasi mempresentasikan keberjalanan program kerja bidang tersebut. Beberapa sudah terlaksana dengan baik seperti Sahabat Quran, Camping Quran dan pembinaan Keluarga Huffadz UNS. Sedangkan Upgrading Pengurus dan Halaqoh Quran perlu diperbaiki lagi. Baik dari system maupun semangat antusiasme dari pengurus untuk memprioritaskan kegiatan yang penting tersebut. Kaderisasi fokus mengelola pengurus agar output pengurus tidak kalah dengan peserta Sekolah Quran.
Selanjutnya, presentasi dari Bidang Humas oleh Yahya Abdul Aziz (FMIPA 15) mewakili Kepala Bidang Humas Hasyim Asy’ari (FIB 14). Sosial media selalu di-update, baik poster maupun press release kegiatan yang diadakan oleh UKM Ilmu Al Quran, artikel dan informasi mengenai Al Quran. Namun untuk hubungan dengan lembaga lain masih kurang. Hal itu dikarenakan antusiasme peserta maupun pengurus yang masih kurang seperti pada acara sarasehan UKM. Pelatihan desain sudah terlaksana.
Presentasi terakhir yaitu dari Bidang Sekretaris Umum. Disampaikan oleh Kepala Bidang, Huda Syahdan A. (FK 15) mengenai pengelolaan surat yang sudah terdata dan terarsipkan dengan baik. begitu pula dengan pengelolaan inventarisasi barang UKM Ilmu Al Quran sudah punya SOP yang jelas. Sedangkan jadwal piket sekre meskipun sudah terlaksana, masih belum maksimal kerapian dan kebersihannya. Hal itu karena sekre digunakan lebih dari satu ormawa.
Pandangan Ketua Umum yang kedua yaitu menegaskan Halaqoh Quran untuk diperbaiki dari system maupun pengajarnya. Harus lebih eksklusif dan teratur lagi. Karena halaqoh pengurus merupakan agenda yang sangat penting, bahkan diatas proker yang lain. Desain poster maupun pamflet dari humas menarik, namun hubungan dengan lembaga lain juga sangat penting. Jangan melepaskan diri dengan UKM maupun LDK lain, baik tingkat universitas maupun fakultas. Sedangkan database dan inverntaris serta surat menyurat harus lebih ditingkatkan lagi ketelitian dalam pengelolaannya agar terdata dengan baik.
Semua kritik dan saran baik dari Majelis Pertimbangan Organisasi maupun pengurus semoga bisa membawa UKM Ilmu Al Quran ke arah yang lebih baik lagi.

Lelahnya untuk dakwah Quran dan ikhlaskan karena Allah.
(NN/IQ)