Katanya Hafidz, Tapi Kok…

 

Menurutku, para penghafal Al-Qur’an adalah manusia-manusia yang paling berani mengambil resiko besar. Mereka berani tanggung jawab atas apa yang mereka bawa di dalam hatinya. Berani tanggung jawab sama Rabb-nya, kalau kelak mereka ditanya sama Allah, “Aku kasih Al-Qur’an di dalam hatimu. Kamu udah selaras belum, sama Al-Qur’an?” Mereka berani tanggung jawab atas resiko dilempar ke neraka duluan karena Al-Qur’an-nya, kalo ternyata hafalannya jadi hujjah atas mereka. Harusnya sih, gitu: penghafal Al-Qur’an itu orangnya tanggung jawab. Berani ambil resiko.

Nah, akhir-akhir ini menghafal Al-Qur’an udah jadi tren tuh ya. Ngga hafal ngga gewl, gitu katanya. Jadi banyak orang berlomba-lomba ngafalin Al-Qur’an, ada yang dua tahun kelar, setahun, satu semester, bahkan sebulan juga ada. Penghafal Al-Qur’an jadi banyak. Orang berbondong-bondong mengambil tanggung jawab dunia akhirat. Tapi yang jadi masalah, apa semua huffadz mau dan sanggup mengamalkan isinya? Apa semuanya berani tanggung jawab sama yang dihafalnya?

Kayaknya sih, engga semuanya.

Ada banyak loh, orang yang katanya hafal Al-Qur’an, tapi pacaran. Tapi ngeroko. Tapi makan yang bukan haknya. Tapi terkenal nyeleneh. Tapi maksiatnya berjejer, amal shalihnya kalah banyak. Ada loh, orang yang katanya hafal Al-Qur’an, tapi kalo orang liat dia jadi mikir, “Eh, itu hafidz Qur’an seriusan?”

Bahkan ada yang hafal Qur’an, cuma gara-gara pemgen biar orang kenal dia sebagai seorang ‘hafidz’. Weh, temen gue yang ‘Hafidz’ sih banyak, gausa nunggu hafal Qur’an kalo cuma pengen dipanggil gitu mah.

Kalo cuma hafal Al-Qur’an, Abdullah bin Muljam si pembunuh Ali bin Abi Thalib juga hafal. Kalo cuma hafal Al-Qur’an, Snouck Hurgronje si orientalis juga hafal. Yang istimewa ituh, hafal Al-Qur’an, terus diamalkan. Ngga istimewa sih, seharusnya emang gitu!

Padahal ngga cuma hafalan yang bakal dipertanyakan loh, sama Allah. Tapi juga pengamalan. Makanya Umar bin Khattab dulu pas ditanya, “Kok kamu ngga hafalin semuanya sekaligus?” Beliau malah menjawab, “Aku menghafal satu ayat, terus diamalkan. Terus begitu. Aku ngga berani pindah ayat, kalau ayat sebelumnya belum diamalkan.” Dahsyat gak tuh?

Jadi yang masih pelan-pelan menghafal, yuk kita dikit-dikit mengamalkan. Yang udah hafal, harusnya lebih banyak isi Al-Qur’an yang harus diamalkan. Kadang sering tuh, kita baca Al-Qur’an, menghafal, murajaah buanyaaak tapi rasanya hampa. Kayak ngga ada apa-apa. Harusnya tanyain tuh diri sendiri, “Aku maksiat apa kali ini? Kok Al-Qur’an ngga bikin hepi malah bikin sepi?”

Berani menghafal bukan hanya berani murajaah seumur hidup, tapi juga berani makin taqwa, berani jadi baik, berani taat, berani ngga maksiat—pokoknya berani mengamalkan isinya sampe mati!

Allahummarhamna bil Qur’an. Semoga Allah jadikan Al-Qur’an sebagai hujjah buat kita, bukan hujjah atas kita 🙂

Surakarta, medio Februari. A little note to myself and to everyone who feel the same. Ssst, yang nulis lebih ngerasa ketusuk loh daripada kalian.

Abyan Muwaffaq, kepala bidang Media IQ UNS 2018

Share

Wisuda Sekolah Qur’an Periode VII

Alhamdulillah telah terlaksana Wisuda Sekolah Qur’an periode VII, Sabtu 16 September 2017. Di Masjid Fakultas MIPA UNS.

Dengan pemateri ustad Erwan (Direktur & Trainer Metode Al Husna) dan Ustad Ahmad Syafi’ul Anam, Lc, Al hafidz (Pengasuh Pesantren Mahasiswa Tanwirul Fikr)

Nasehat yang disampaikan Ustad sangat memotivasi dan mendorong kita agar menjadi orang-orang yang dekat Qur’an.

Dari Umar bin Khattab Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya Allah Subhaanahu wa Ta’ala mengangkat derajat beberapa kaum dengan Al-Qur’an ini dan merendahkann yang lain dengannya pula.” (H.R. Muslim)

Jadi orang yang semakin jauh dari Al-Qur’an harus siap-siap direndahkan Allah subhanallahu WaTa’ala.

Zaman dahulu orang-orang ahli Qur’an, orang yang didalamnya mengalir darah semangat Al-Qur’an. Maka marahnya, senyumnya, perilakunya dikendalikan dengan Al Qur’an.

Orang yang expert di bidang Al Qur’an maka dia memegang mental dan kunci keahlian. Salah satu kunci keahlian yaitu dengan cara diulang, diulang dan terus diulang. Dengan begitu belajar Al Qur’an akan mempercepat belajar bidang lainnya.

Dan “sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al Qur’an dan mengajarkannya” (HR. Bukhori)

Dan dua tanda generasi Rabbani seperti yang di jelaskan dalam hadist diatas yaitu orang yang senantiasa mempelajari dan mengajarkan kitabullah Al-Qur’an.

Dan diantara sifat generasi Rabbani yaitu :
1⃣ Dalam kehidupan senantiasa berpegang teguh kepada aturan Allah.
2⃣ Mempelajari kitab pedoman hidupnya
3⃣ Mengajarkan ilmu dan hikmah

🌸 Karakter Aktivis Al Qur’an diantaranya :

1. Selalu merindukan Al Qur’an
2. Berakhlaq dengan Al Qur’an
3. Menjaga muraqabatullah
4. Menjaga diri dari makanan, minuman dan pakaian dari perkara yang haram
5. Menjadi generasi yang shalih dan mushlih
6. Bicara dan diamnya selalu punya makna
7. Menjaga lisannya sehingga tidak ada yang merasa tersakiti
8. Menghindari tertawa lepas tanpa batas
9. Menjadikan Al Qur’an pedoman hidup
10. Melakukan amalan berdasarkan dalil/ilmu
11. Berbakti kepada kedua orang tua
12. Selalu menyambung silaturahim
13. Gemar mendatangi majelis ilmu
14. Selalu menerima ketetapan Allah

Dan masih banyak lagi yang merupakan karakter aktivis Al Qur’an. Dan seorang aktivis Al Qur’an selalu menjadi penggerak dalam hal kebaikan anywhere and anytime.

🍃 Semoga bermanfaat. We Proud and Love Al Qur’an🍃

Share

GRAND OPENING I’TIKAF 2017

Dari ‘Aisyah ra: “ Rasulullah melakukan i’tikaf selama bulan ramadhan selama sepuluh hari, maka ketika wafatnya, Rasulullah beri’tikaf dua puluh hari.” (HR. Bukhori & Muslim)

Dari Ibnu Abbas ra: “barang siapa beri’tikaf satu hari karena mengharap keridhoan Allah, Allah akan menjadikan jarak antara dirinya dan api neraka sejauh tiga parit, setiap parit sejauh jarak timur dan barat. (HR. Thabrani, Baihaqi dan dishohihkan oleh Imam Hakim).

­–#–

Banyak cara yang bisa dilakukan untuk  memperbanyak amalan terutama di sepuluh hari terakhir bulan suci Ramadhan ini. Salah satunya adalah dengan mengikuti i’tikaf di masjid seperti yang telah dicontohkan Nabi Muhammad SAW. Maka dalam rangka memfasilitasi  umat, Kampus Ramadhan UNS mempersembahkan sebuah acara, yaitu  I’TIKAF QUR’ANI 2017.

Serangkaian agenda disiapkan dalam i’tikaf qur’ani tahun ini. Selain itu ada berbagai fasilitas yang dapat dinikmati oleh peserta, diantaranya adalah pendamping halaqoh qur’an. Acara yang juga serangkaian dengan i’tikaf reguler dalam program i’tikaf ini terselenggara pada tanggal 21-27 Ramadhan 1438 H atau pada tanggal 16-21 Juni 2017 di Masjid Nurul Huda UNS.

Alhamdulillah segala puji bagi Allah SWT Grand Opening (GO) I’tikaf Qur’ani berjalan dengan lancar sebagaimana yang telah diharapkan, kemarin pada hari Kamis, (15/06).

Acara diawali dengan proses regristrasi peserta I’tikaf Qur’ani dan peserta I’tikaf Reguler pada pukul 16.00 WIB. Dilanjutkan dengan penempatan barang-barang peserta di Ruang Seminar NHIC dan Ruang Diskusi NHIC. Kemudian pada pukul 20.45 WIB dan lanjut pada event utama Grand Opening  I’tikaf Ramadhan  2017. Go tersebeut diisi dengan tausiyah oleh beliau ustadz Hakimudin Salim Lc., MA. Selanjutnya acara akan dilaksanakan hingga pada waktu yang telah ditetapkan. (AR/IQ)

Tausiyah oleh ustadz Hakimudin
Share

KHATAMUL QUR’AN KELUARGA HUFFADZ

Salah satu UKM yang ada di Kampus UNS yaitu Ilmu Qur’an mengadakan salah satu agenda yakni Khatamul Qur’an. Kegiatan ini diadakan pada awal juni (11/06) di enam (6) titik, yaitu Masjid FT, FK, FH, FP, FIB, dan FMIPA.

Khataman ini dibacakan oleh para Hafidzah UNS dalam rangka menyemarakkan bulan Ramadhan yang merupakan bulan yang penuh berkah.   Acara dimulai pada pukul 08.00 WIB s/d 11.30 WIB. Berikut dalah pembagian Khataman Qur’an:

TEMPAT NAMA JUZ
Mushola Al-Mushowwiru

FIB

Aya Sofia Juz 1
Zahra Amalina & Rus Ulfa Juz 2
Nidaul Juz 3
Baarid Juz 4
Nurul Amalina Juz 5
Mushola Fathul Hakim

FH

Anis Nur Laili Juz 6
Nadaa Juz 7
Husna dan Isna Juz 8
Fatih Salma Juz 9
Fatih Salma Juz 10
Masjid Alumni Annur

FT

Salma Juz 11
Adistyara Juz 12
Dirsta Juz 13
Maryam Juz 14
Ratu Juz 15
Masjid Baitul Makmur

FP

Arina Alkhaqq Juz 16
Dhanti Shofia & Hariratuz Zakiya Juz 17
Fatimah Juz 18
Iffah Fitriya Juz 19
Aisyah Rosyida Juz 20
Masjid Rahmi

FK

Fathin Kusumo P Juz 21
Mentari Ma’atus S Juz 22
Maulida Narulita & Aisyah Rosyidah Juz 23
Fina Zakiyyah Juz 24
Hafiyatus Sholiha Juz 25
Masjid FMIPA Afida Zahra Juz 26
Baqiyyatus Sholihah Juz 27
Retta Fauziah Juz 28
Ryhanul Jannah Juz 29
Mita Fitria Juz 30

 

GENERASI QUR’AN!

GENERASI KEJAYAAN ISLAM! (AR/IQ)

Share