Inilah yang Menjagaku

SEPERTI orang muda pada umumnya yang terkadang jemu juga dengan rutinitas harian. Bosan dengan keteraturan. Itu pula yang terkadang dirasakan oleh teman-teman saya yang menjadi pengajar di pesantren. Mereka ini tiap harinya ngurusin santri, ngasih motivasi ke mereka supaya semangat belajar, ngajar tahfidz, dan seterusnya. Suatu saat saya berdiskusi dengan salah satu dari mereka, saya tanya, “Pernah gak antum ngerasa pengen lepas dan berhenti dari aktivitas ini?”

“Ya, memang pernah beberapa kali.” Katanya, “Tapi, tiap kali saya berusaha berhenti, dan lepas dengan Al-Qur’an, saya menjadi orang biasa seperti orang umum. Nggak ada bedanya. Saya jadi sadar kalau memang kemuliaan seorang penghafal Al-Qur’an adalah karena Al-Qur’an, bukan yang lain. Akhirnya saya kembali lagi menekuni aktivitas ini.”

Saya jadi teringat pula ujaran teman saya yang lain, “Saya bisa seperti ini, bukan karena saya kuliah di kedokteran, bukan karena bahasa inggris dan arab saya bagus, dan seterusnya. Ya memang mungkin itu berpengaruh, tapi yang paling penting adalah karena Allah berikan anugerah saya hafalan Al-Qur’an.” Jelasnya. “Seandainya saya tidak punya hafalan Al-Qur’an, saya tidak akan jadi seperti ini, Mam.” Katanya lagi. Benarlah memang apa yang pernah disabdakan Rasulullah, “Sesungguhnya Allah mengangkat derajat sebagian kaum dengan Al-Qur’an ini dan menghinakan yang lain pula dengannya.” [HR. Imam Muslim]

Inilah yang sempat saya rasakan juga. Ketika saya menjauh dengan Al-Qur’an, jarang muroja’ah hafalan, tersibukkan dengan organisasi di kampus dan hal-hal lain daripada mempelajari Al-Qur’an, dan seterusnya. Seolah-olah masalah demi masalah datang silih berganti. Kesibukan demi kesibukan datang tak kenal henti. Manajemen waktu saya menjadi sangat kacau, banyak waktu saya yang tidak efektif, dan terbuang sia-sia.

Baru kemudian ketika saya mencoba dekat lagi dengan Al-Qur’an, dan mengkhususkan waktu untuk Al-Qur’an. Ketenangan itu muncul. Ketentraman itu saya rasakan lagi. Waktu kemudian menjadi sangat efektif dan efisien. Banyak hal terjadi di luar perkiraan saya. Dan pastinya Allah lah yang mengatur itu semua.

Memang, kalau dilihat sekilas, kebosanan demi kebosanan itu akan terus menghinggap ketika kita sudah ber-azzam untuk terus membersamai Al-Qur’an. Tapi tunggu dulu, “Justru, ternyata inilah yang malah menjaga saya, Mam. Minimal menjaga hafalan saya.” Kata teman saya tadi.

Masya Allah, memang ada benarnya yang dia sampaikan. Maka, inilah yang membuat saya kemudian berusaha untuk tidak lepas dengan Al-Qur’an apapun kesibukannya. Saya iri dengan mereka. Dan saya sadar, berkumpul bersama orang-orang seperti mereka inilah yang kemudian bisa menyadarkan dan terus menjaga saya, dengan izin Allah.

Ikhwah Fillah.. Kemuliaan itu adalah punya Allah, dan Allah lah yang berhak memberikannya kepada siapa yang Dia kehendaki. Siapa yang mengharapkan kemuliaan dan mencarinya selain dari jalan-jalan yang sudah Allah gariskan. Pasti tidak akan ia dapatkan. Dan Al-Qur’an inilah sumber kemuliaan kita sebagai seorang muslim.

Oleh karenanya, sekali lagi. Apapun aktvitas yang kita lakukan. Bagaimanapun kesibukan yang kita miliki. Berapapun waktu yang kita punya. Siapapun kita. Semuanya harus menginduk pada Al-Qur’an. Yuk, coba memusat pada Al-Qur’an! Mari kita jadikan Al-Qur’an poros utama seluruh aktivitas kita. Jangan sampai kita menjauh dari membaca Al-Qur’an. lupa me-muroja’ah hafalan dengan alasan tidak sempat, lupa dari mentadabburi dan mempelajari Al-Qur’an, dan seterusnya. Atau kemudian Allah akan mencabut kemuliaan itu dari diri kita.

Mudah-mudahan Allah berkahi kita dengan Al-Qur’an. Allah jadikan Al-Qur’an sebagai hujjah (alasan) yang akan membela kita kelak di hari kiamat. Bukan malah menjadi hujjah (alasan) yang akan menjatuhkan kita di pengadilan Allah karena kita lalai dari Al-Qur’an.

Ya Allah, berilah kami rahmat dengan Al-Qur’an. Jadikanlah ia pemimpin, cahaya, dan petunjuk bagi kami.

Ya Allah, Ingatkan kami apa yang kami lupa dari Al-Qur’an. Ajarilah kami apa yang kami tidak tahu darinya. Karuniakanlah kepada kami agar terus membaca Al-Qur’an baik di tengah malam atau di ujung siang. Aamiin..

Ditulis oleh: Humamuddin (Mahasiswa Kedokteran UNS 2013, Keluarga Huffazh UNS)

NN/iquns