HALAQOH KUBRO (1) PENGURUS ILMU QUR’AN

Rasulullah SAW bersabda, ‘siapa yang membaca satu huruf dari Al Qur’an maka baginya satu kebaikan dengan bacaan tersebut, satu kebaikan dilipatkan menjadi 10 kebaikan semisalnya dan aku tidak mengatakan Allif Laam Miim satu huruf akan tetapi Alif satu huruf, Laam satu huruf, dan Miim satu huruf.” [HR. Tirmidzi dan dishahihkan di dalam kitab Shahih Al jami’, no: 6469]

Dalam rangka untuk mempererat ukhuwah serta meningkatkan semangat Pejuang Qur’an untuk berinteraksi dengan Al Qur’an, , maka Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Ilmu Al Qur’an menghadirkan sebuah lingkaran dalam HALAQOH KUBRO PENGURUS ILMU QUR’AN. Kegiatan yang diselenggarakan oleh bidang kaderisasi tersebut telah berjalan pada hari Jumat, (19/05) bertempat di Aula Utama Masjid Nurul Huda. Dimulai pada pukul 18.00 dan diakhiri pada pagi harinya pada pukul 05.30 WIB (mabit).

Selain itu, acara tersebut juga menghadirkan dua pembicara hebat, yaitu Akh Zamzam Abdillah dan Akh Ihsan. Dalam tausiahnya beliau, Akh Zamzam, menegaskan bahwa barang siapa yang pandai membaca Al Qur’an bersama malaikat dan barang siapa yang membacanya masih terbata-bata ia akan mendapatkan 2 pahala.

“Berkumpul di masjid, membaca, memahami, mengamalkan, mendiskusikan apa yang teah dipelajari. Ketenangan bukan sekedar dengan membaca, tetapi perlu mengkaji dan mendiskusikan” ujar Zamzam Abdillah, pembicara pertama di acara halaqoh kubro.

Beliau menambahkan, bahwa tilawah terbagi menjadi 3, yaitu membaca,memahami yang dibaca, dan mengamalkan yang dipahami. Sungguh amat sia-sia bagi orang yang tidak membaca Al Qur’an dalam hari-harinya. Dalam QS. Al Ankabut ayat 45 berbeda maksudnya dengan QS Al Alaq ayat 1, pertama turun diperinta untuk membacanya dan kemudian barulah diperintahkan untuk tilawah.

“Al Qur’an didakwahkan selama 15 abad, kemukjizatannya selalu dikaji, dibaca tidak pernah revisi. Ada tahap untuk mempelajari. Qiro’ah membaca, mempelajari bahasa, tilawah, tahfidzul qur’an. Jangan baca karena kamu tidak bisa membaca, tetapi untuk Allah. Ingat! Allah yang akan mengumppulkan dan menanamkan Al Qur’an kedalam hati kita. Apabila karena Allah. Hindari rasa futur. Jangan tergesa-gesa” imbuhnya.

Dilain pihak, Akh ihsan memaparkan mengenai pengalaman beliau yang belajar membaca Al Qur’an hanya bermodal ketika mengikuti TPQ. Beliau menghafal 3 juz Al Qur’an ketika duduk di bangku smp kala kelas 3 dan menyelesaikan juz ke-30 ketika beliau lulus smp.

“Tolong dijaga benar-benar nikmatnya berkumpul halaqoh. Bergaul secukupnya. Saya dulu temen itu kurang mendukung, nggak ada temen muraja’ah, orang tua juga. Jaga mindset, buat yang positif. Jaga benar-benar karunia yang Allah udah kasih. Al Qur’an sangat mudah. Praktikkan dan jangan pesimis.” Ujarnya.

 

Jadikan Al Qur’an Satu Bagian dari Hidupmu, bukan Sebagian dari Waktu Luangmu!

Generasi Qur’an Generasi Kejayaan Islam! (AR/IQ)