Katanya Hafidz, Tapi Kok…

 

Menurutku, para penghafal Al-Qur’an adalah manusia-manusia yang paling berani mengambil resiko besar. Mereka berani tanggung jawab atas apa yang mereka bawa di dalam hatinya. Berani tanggung jawab sama Rabb-nya, kalau kelak mereka ditanya sama Allah, “Aku kasih Al-Qur’an di dalam hatimu. Kamu udah selaras belum, sama Al-Qur’an?” Mereka berani tanggung jawab atas resiko dilempar ke neraka duluan karena Al-Qur’an-nya, kalo ternyata hafalannya jadi hujjah atas mereka. Harusnya sih, gitu: penghafal Al-Qur’an itu orangnya tanggung jawab. Berani ambil resiko. Read More...

Inilah yang Menjagaku

SEPERTI orang muda pada umumnya yang terkadang jemu juga dengan rutinitas harian. Bosan dengan keteraturan. Itu pula yang terkadang dirasakan oleh teman-teman saya yang menjadi pengajar di pesantren. Mereka ini tiap harinya ngurusin santri, ngasih motivasi ke mereka supaya semangat belajar, ngajar tahfidz, dan seterusnya. Suatu saat saya berdiskusi dengan salah satu dari mereka, saya tanya, “Pernah gak antum ngerasa pengen lepas dan berhenti dari aktivitas ini?” Read More...